Postingan

Penyerahan Bantuan Alat Ekonomi Produktif di KTH Budi Luhur Lestari Desa Wates Kec. Jenangan

Gambar
  Kelompok tani Hutan (KTH) adalah kumpulan petani warga negara Indonesia yang mengelola usaha di bidang kehutanan di dalam dan di luar kawasan Hutan. Dalam pengelolaan hutan perlu peran dari semua unsur yang salah satunya adalah Kelompk Tani Hutan. Untuk mewujudkan Kelompok Tani Hutan yang baik, perlu dilakukan kegiatan penguatan dan pendampingan kelembagaan kelompok , sehingga Kelompok Tani Hutan mempunyai kelembagaan yang baik. Salah satu bentuk pendampingan yang dapat dilakukan yaitu pemberian bantuan alat ekonomi produktif. Hal ini dimaksudkan agar Kelompok Tani Hutan dapat mengembangkan usaha sehingga dapat menunjang kelola usaha Kelompok Tani Hutan. Kopi jenis Basirsa yang merupakan kopi khas Desa Wates Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Kopi basirsa merupakan salah satu jenis kopi yang telah di kembangkan oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Budi Luhur Lestari Desa Wa...

PENYIAPAN PERHUTANAN SOSIAL DI DESA PUPUS KECAMATAN NGEBEL KABUPATEN PONOROGO

Gambar
  Perhutanan Sosial adalah  sistem pengelolaan Hutan lestari  yang dilaksanakan dalam Kawasan Hutan Negara atau Hutan Hak/Hutan Adat yang dilaksanakan oleh Masyarakat setempat atau Masyarakat Hukum Adat sebagai  pelaku utama  untuk meningkatkan kesejahteraannya, keseimbangan lingkungan dan dinamika sosial budaya dalam bentuk Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan, Hutan Tanaman Rakyat, Hutan Adat, dan Kemitraan Kehutanan.  Kebijakan umum mengenai Perhutanan Sosial di area KHDPK termuat dalam: 1.      PP No. 72 Tahun   tentang Perusahaan Umum (Perum) Kehutanan Negara Pemerintah memberikan kewenangan kepada Perhutani untuk mengelola seluruh Hutan Lindung dan Hutan Produksi di Jatim, Jateng, Jabar dan Banten (Pasal 3 Ayat 1). 2.     PP No. 23 Tahun   tentang Penyelenggaraan Kehutanan Pemerintah memberikan Kewenagan kepada Perhutani untuk mengelola sebagian Hutan Lindung dan Hutan Produksi di Jatim, Jateng dan...

UPAYA PENGUATAN DAN PENDAMPINGAN KELOMPOK TANI HUTAN DI KTH NGGAYUH LESTARI

Gambar
  Kopi merupakan salah satu komoditas yang banyak digemari oleh masyarakat dan produk unggulan yang mendatangkan cuan. Dengan semboyan “Banaran Exotic” Desa Banaran Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo menyimpan sejuta pesona salah satunya merupakan kebun kopi milik petani setempat yang tergabung dalam KTH Nggayuh Lestari. Menariknya, tanaman kopi ini telah ada sejak zaman Belanda yang kini dikelola oleh masyarakat sebagai salah satu sumber ekonomi bagi masyarakat yang terletak di selatan lereng Wilis. Di perkebunan kopi ini Nampak beberapa jenis kopi seperti arabika, robusta dan beberapa jenis kopi lainnya. Dalam pengelolaan potensi sumberdaya alam perlu peran dari semua unsur yang salah satunya adalah Kelompk Tani Hutan. Untuk mewujudkan Kelompok Tani Hutan yang baik, perlu dilakukan kegiatan penguatan dan pendampingan kelembagaan kelompok , sehingga Kelompok Tani Hutan mempunyai kelembagaan yang baik. Salah satu bentuk pendampingan yang dapat dilakukan yaitu pemberian bantuan ala...

Pembuatan Kebun Bibit Rakyat (KBR) di Kelompok Tani Gunung Sari Guna Mendukung Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Gambar
  Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) merupakan salah satu upaya untuk memulihkan kerusakan sumber daya hutan dan lahan yang semakin luas dan semakin cepat akibat berbagai aktivitas pembangunan yang tidak terencana dan terkoordinasi dengan baik. Dibutuhkan upaya yang maksimal untuk mempertahankan lahan kritis dengan jenis tanaman serbaguna. Keinginan masyarakat untuk menanam tanaman yang serbaguna dalam berbagai upaya rehabilitasi hutan dan lahan selalu dibatasi oleh kemampuan masyarakat untuk memperoleh bibit yang baik dan unggul. Program Kebun Bibit Rakyat (KBR) merupakan salah satu program pemerintah yang ditujukan untuk terus meningkatkan capaian rehabilitasi hutan dan lahan. Program tersebut merupakan fasilitasi pemerintah dalam penyediaan bibit tanaman hutan dan jenis tanaman serbaguna Multi Purpose Tree Species (MPTS) yang prosesnya dibuat secara swakelola oleh kelompok tani. Sasaran penanaman bibit KBR digunakan untuk merehabilitasi dan menanam di lahan kritis, lahan koso...

STUDY BANDING KE PEMEGANG IZIN PEMANFAATAN HUTAN PERHUTANAN SOSIAL (IPHS) WONO LESTARI DESA WONOHARJO KECAMATAN KEMUSU KABUPATEN BOYOLALI

Gambar
  Sabtu tanggal 9 Desember Penyuluh Kehutanan dan Staff TKUK CDK Wilayah Pacitan melakukan study banding ke IPHS Wonolestari Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan serta pengetahuan dalam pengembangan Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHS) yang selanjutnya dapat menjadi contoh yang diterapkan bagi calon penerima Perhutanan Sosial binaan Penyuluh kehutanan CDK Wilayah Pacitan. IPHS Wono Lestari berdiri sejak 17 September 2018, yang bergerak di bidang pengolahan/penyulingan Eucalyptus atau daun kayu putih dan daun seeh wangi. Berlokasi di Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali Jawa Tengah. Dikelola oleh 2 Kelompok Tani Hutan yaitu KTH Wono Lestari I dan KTH Wono Lestari II dengan luas kelola wilyah masing-masing 33 Ha dan 400 Ha. IPHS Wonolestari telah melakukan Kerja Sama (PKS) dengan Perum Perhutani dalam kelola minyak kayu putih, dengan proses sebagai berikut : Tahun Pe...

PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN WANA WISATA RADEN SEKAR PARK DI DESA KRADINAN KECAMATAN DOLOPO MADIUN

Gambar
Perubahan paradigma pembangunan kehutanan melahirkan kebijakan Perhutanan Sosial (PS) tentunya selalu akan terpaut dengan proses pemberdayaan masyarakat (empowerment) di sekitar hutan sebagai strategi alternatifnya. Pemerintah Kabupaten Madiun beserta Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dan Perhutani mengupayakan perekonomian masyarakat desa di sekitar hutan melalui strategi peningkatan kualitas penyelenggaraan penyuluhan kehutanan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Kebijakan diarahkan dengan cara pemberian akses pengelolaan sumber daya hutan yang berkerakyatan dan berkeadilan melalui pengembangan PS. Keberadaan PS diharapkan dapat mendukung pembangunan berkelanjutan dimana aspek sosial, ekonomi, dan ekologi menjadi kekuatan yang saling mengisi dan menjaga potensi serta kemampuan desa untuk mensejahterakan kehidupan desa terutama pada desa-desa di sekitar hutan.  Pemanfaatan hutan melalui pengelolaan Perhutanan Sosial di dalam Kawasan Hutan Negara dilakukan dengan tujuan me...

MITIGASI KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN

Gambar
  Kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah di Ponorogo menjadi perhatiam dan haruus diwaspadai khususnya pada musim kemarau. Kondisi musim kemarau yang mengakibatkan kekeringan yang berlangsung lama dan gelombang panas yang lebih sering terjadi lantaran didorong oleh pemanasan global dapat memicu kebakaran hutan yang semakin luas. Selain musim kemarau yang panjang, terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan kebakaran hutan diantaranya aktivitas vulkanis, kecerobohan manusia dan tindakan yang tidak disengaja oleh manusia. Kebakaran hutan terjadi jika 3 unsur utama (segitiga api) penyebab kebakaran terpenuhi. Tiga unsur tersebut yaitu panas, oksigen, dan bahan bakar. Jika salah satu dari ketiga unsur tersebut tak ada, maka kebakaran hutan tak akan terjadi. Unsur panas dalam kebakaran hutan berperan pada masa kemarau, utamanya pada kemarau panjang. Erat kaitannya dengan panas adalah sumber api.Umumnya disepakati bahwa 90 % sumber api yang mengakibatkankebakaran hutan berasal d...